tokoh dan karyanya dalam Sastra Perancis

tokoh dan karyanya dalam Sastra Perancis

Sully Prudhomme

Sully Prudhomme

Sully Prudhomme (lahir di Paris, Perancis, 16 Maret 1839 – meninggal di Châtenay-Malabry, Perancis, 16 September 1907 pada umur 68 tahun) ialah penyairPerancis, yang memenangkan Hadiah Nobel Sastra pertama pada 1901. Keputusan ini menimbulkan banyak debat – Sully-Prudhomme tak menerbitkan banyak puisisetelah 1888. Kini Sully-Prudhomme juga secara relatif sedikit dibaca baik di Perancis maupun di seluruh dunia. Karya-karya awalnya berlirik dan mengekspresikan pandangan melankolis pada dunia – di jilid terakhir ia menyukai ketenangan, teknik impersonal dari Parnassia, yang bereaksi terhadap emosi berlebihan dan subjektivitas Romantisisme.

Puisi

  • Stances et poèmes, 1865.
  • Les épreuves, 1866.
  • Les solitudes: poésies, A. Lemerre (Paris), 1869.
  • Les destins, 1872.
  • La France, 1874.

Prosa

  • Œuvres de Sully Prudhomme (poetry and prose), 8 volumes, A. Lemerre, 1883-1908.
  • Que sais-je? (philosophy), 1896.
  • Testament poétique (essays), 1901.

Maurice Maeterlinck

Maurice Maeterlinck

Pangeran Maurice Polydore Marie Bernard Maeterlinck (lahir 29 Agustus 1862 – meninggal 6 Mei 1949 pada umur 86 tahun) adalah seorang penulis,penyair dan eseis filsafat Belgia dari penduduk berbahasa Perancis. Ia memenangkan Penghargaan Nobel Sastra 1911.

Setelah kariernya sebagai pengacara kandas, ia bekerja dengan sebuah penerbit berhaluan maju. Dengan penerbitan kumpulan puisi, Serres chaudes (1889), rujukannya untuk mencampurkan kemunduran dengan unsur-unsur simbolis melebihi tingkat dongeng metafisik. Hal ini mencuat dalam karya-karyanya.

Publik mulai menghargainya saat Octave Mirbeau menulis artikel yang bersifat antusias di Le Figaro setelah membaca dramanya La princesse Maleine (1889). Karya lain dalam masa ini adalah L’intruse (1890), Les aveugles (1890), Pelléas et Mélisande (1892), yang digunakan Claude Debussy sebagai libretto untukoperanya dengan nama yang sama, Alladines et Palomides (1894), Intérieur (1894), La mort de Tintagiles (1894) dan Aglavaine et Sélysette (1896). SetelahDouze chansons (1896) terbitlah Ariane et Barbe-Bleu (1901), Monna Vanna (1902), Sœur Béatrice (1904), Le miracle de Saint Antoine (1904), L’oiseau bleu(1908), Marie Magdeleine (1909) dan karya minor lainnya yang muncul lebih jarang karena minat Maeterlinck dalam drama menyurut.

Ia mencurahkan diri dalam menulis esai filsafat dan ilmiah dengan pembelajaran metafisik seperti La vie des abeilles (1901), yang menjadi buku laris di dunia,L’hôte inconnu (1917), La vie des termites (1926) dan La vie des fourmis (1930). Setelah pengungsiannya di Amerika Serikat selama PD II, ia menerbitkan karyabiografinya yang terakhir Bulles Bleues.

Frédéric Mistral

Frédéric Mistral (lahir 8 September 1830 – meninggal 25 Maret 1914 pada umur 83 tahun) adalah penyair Perancis yang memimpin pembaharuan bahasa dan sastra Occitan (Provençal). Ia adalah tokoh kunci dalam gerakan kesusasteraan félibrige.

Ia menerima Penghargaan Nobel dalam Sastra 1904 untuk sumbangannya dalam sastra dan filologi. Ia menerima penghargaan itu bersama José de Echegaray. Ayah Mistral adalah petani berada di bekas provinsi Provence, Perancis.

Lahir dan meninggal di Maillane, département Bouches-du-Rhône, Perancis.

Untuk menghormatinya, penyair Chili Lucila Godoy Alcayaga mengambil nama akhir nama samarannya Gabriela Mistral.

Patung di Arles

     Karya

  • Mirèio (1859), sumber opera Charles Gounod Mireille

François Charles Mauriac

François Charles Mauriac

François Charles Mauriac (lahir 11 Oktober 1885 – meninggal 1 September 1970 pada umur 84 tahun) adalah penulis Perancis, pemenang Hadiah Nobel Sastra. Ia diakui sebagai salah satu penulis Katolik Roma abad ke-20.

Biografi

Ia lahir di Bordeaux, Perancis. Ia belajar sastra di Universitas Bordeaux, lulus pada tahun 1905, setelah itu ia pindah ke Paris untuk mempersiapkan studi pascasarjana di École des Chartes. Ia menentang penjajahan di Vietnam, dan mengutuk keras kekerasan yang dilakukan tentara Perancis di al-Jazair. Ia juga menerbitkan serangkaian memoar pribadi dan biografi Charles André Joseph Marie de Gaulle.

Pada tahun 1952, ia memenangkan Penghargaan Nobel Sastra dan dianugerahi Salib Agung Legion d’honneur pada tahun 1958. Karya lengkap Mauriac diterbitkan dalam 12 jilid antara tahun 1950 dan 1956. Ia juga mendorong Elie Wiesel menulis tentang pengalamannya sebagai Yahudi semasa kekuasaanJerman Nazi.

Mauriac ada bertentangan dengan Roger Peyrefitte, yang mengkritik Vatikan dalam buku seperti Les Clés de saint Pierre (1953). Mauriac mengancam mundur dari karya yang sedang dikerjakannya saat itu (L’Express) jika mereka tak menghentikan meloloskan iklan untuk buku Peyrefitte. Pertentangan itu diperuruk oleh peluncurkan adaptasi film dari Peyrefitte, Les Amitiés Particulières dan memuncak dalam surat terbuka yang pedas oleh Peyrefitte di mana ia mengungkapkan kehidupan pribadi Mauriac dan menyebutnya Tartuffe.

François Mauriac meninggal di Paris pada tanggal 1 September 1970 dan dimakamkan di Cimetière de Vemars, Val d’Oise, Perancis.

Ia adalah kakek Anne Wiazemsky, seorang pembuat film asal Perancis yang bekerja dan menikah dengan Jean-Luc Godard.



 

Posted in Sastra Perancis | Leave a comment

piagam strasbourg

Piagam dari Strasbourg (bahasa Perancis modern: les serments de Strasbourg, bahasa Jerman modern: die Straßburger Eide, bahasa Latin Sacramenta Argentariae) adalah nama sebuah dokumen yang berisikan sumpah kesetiaan yang diambil pada tahun 842 di Strasbourg oleh “Louis si orang Jerman”, putra “Louis sang Saleh” dan penguasa kerajaan Frankia timur, dan saudaranya “Charles si Botak”. Selain bersumpah setia satu sama lain, Louis dan Charles bersumpah juga melawan sang Kaisar, saudara tua mereka Lothair[1].

Teks ini terutama penting dari sudut pandang sejarah bahasa Latin dan bahasa Roman, sebab teks ini mungkin adalah bukti pertama kalinya bahasa Roman dituliskan dan bukan bahasa Latin. Teks ini dianggap oleh pakar selain dalam bahasa Roman juga dalam moyang bahasa Perancis dan/atau bahasa Occitan modern.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Beberapa Karya dan Penciptanya

Hadiah Nobel

  • 1901 — Sully Prudhomme (Pemenang hadiah Nobel pertama dalam literatur)
  • 1904 — Frédéric Mistral
  • 1911 — Maurice Maeterlinck (warga negara Belgia)
  • 1915 — Romain Rolland
  • 1921 — Anatole France
  • 1927 — Henri Bergson
  • 1937 — Roger Martin du Gard
  • 1947 — André Gide
  • 1952 — François Mauriac
  • 1957 — Albert Camus
  • 1960 — Saint-John Perse
  • 1964 — Jean-Paul Sartre
  • 1969 — Samuel Beckett
  • 1985 — Claude Simon
  • 2000 — Gao Xingjian
  • 2008 — J.M.G. Le Clézio

Garis waktu puncak-puncak karya sastra Perancis

  • Les Serments de Strasbourg (Piagam dari Strasbourg), 842
  • Séquence de sainte Eulalie (atau Cantilène de sainte Eulalie), 880 – 881
  • La Chanson de Roland, ~ 1100
  • Le Roman de Rose
  • L’Etranger (Orang Asing), Albert Camus, 1942
  • Moderato Cantabile, Marguerite Duras, 1958
Posted in Uncategorized | Leave a comment

Sastra Perancis

Sastra Perancis adalah kesusastraan dalam bahasa Perancis. Hal ini dibedakan dengan sastra dari negara Perancis. Sastra Perancis dan dengan ini juga bahasa Perancis bermula dengan Les Serments de Strasbourg (“Piagam dari Strasbourg”) yang ditulis pada tahun 842 Masehi. Dokumen ini adalah perjanjian antara keturunan Charlemagne. Sebelumnya semua dokumen ditulis dalambahasa Latin meskipun sudah ada glosarium-glosarium yang menggunakan ‘bahasa Roman’ atau bahasa Latin Rakyat lokal. Karya-karya kesusastraan awal hampir semuanya bersifat agamis.

Secara umum  sastra perancis mempelajari tentang sastra dan bahasa yang didalam tercakup tiga bagian, yaitu teori sastra, sejarah sastra, dan kebudayaan yang difokuskan pada karya-karya sastra Perancis.

Setidaknya yang dipelajari adalah:
– Lingustik Perancis, yaitu mempelajari bahasa Perancis ditinjau dari fonologi, morfologi, sintaksis, dan sematik
– Sastra Perancis, mempelajari jenis-jenis sastra dan karyanya, misalnya : drama, puisi, dan prosa
– Sejarah dan Kebudayaan Perancis, disini akan dipelajari sejarah perancis dan telaah pranata masyarakat Perancis dari abad ke abad
– Kemahiran bahasa, mempelajari bahasa Perancis secara praktek, misalnya: tata bahasa, menulis, mengarang, dan menyimak

Posted in Sastra Perancis | Leave a comment

Penulis dan Karya Sastra Indonesia

Pada setiap angkatan Sastra Indonesia ada beberapa penulis dengan karya sastranya yang cukup terkenal

1. Karya Sastra Pujangga Lama

Sejarah

  • Sejarah Melayu (Malay Annals)Hikayat
  • Hikayat Abdullah
  • Hikayat Aceh
  • Hikayat Amir Hamzah
  • Hikayat Andaken Penurat
  • Hikayat Bayan Budiman
  • Hikayat Djahidin
  • Hikayat Hang Tuah
  • Hikayat Iskandar Zulkarnain
  • Hikayat Kadirun
  • Hikayat Kalila dan Damina
  • Hikayat Masydulhak
  • Hikayat Pandawa Jaya
  • Hikayat Pandja Tanderan
  • Hikayat Putri Djohar Manikam
  • Hikayat Sri Rama
  • Hikayat Tjendera Hasan
  • Tsahibul Hikayat

Syair

  • Syair Bidasari
  • Syair Ken Tambuhan
  • Syair Raja Mambang Jauhari
  • Syair Raja Siak

Kitab agama

  • Syarab al-‘Asyiqin (Minuman Para Pecinta) oleh Hamzah Fansuri
  • Asrar al-‘Arifin (Rahasia-rahasia para Gnostik) oleh Hamzah Fansuri
  • Nur ad-Daqa’iq (Cahaya pada kehalusan-kehalusan) oleh Syamsuddin Pasai
  • Bustan as-Salatin (Taman raja-raja) oleh Nuruddin ar-Raniri

  • 2. Karya Sastra Melayu Lama

    • Robinson Crusoe (terjemahan)
    • Lawan-lawan Merah
    • Mengelilingi Bumi dalam 80 hari (terjemahan)
    • Graaf de Monte Cristo (terjemahan)
    • Kapten Flamberger (terjemahan)
    • Rocambole (terjemahan)
    • Nyai Dasima oleh G. Francis (Indo)
    • Bunga Rampai oleh A.F van Dewall
    • Kisah Perjalanan Nakhoda Bontekoe
    • Kisah Pelayaran ke Pulau Kalimantan
    • Kisah Pelayaran ke Makassar dan lain-lainnya
    • Cerita Siti Aisyah oleh H.F.R Kommer (Indo)
    • Cerita Nyi Paina
    • Cerita Nyai Sarikem
    • Cerita Nyonya Kong Hong Nio

    Continue reading

Posted in Sastra Indonesia | Leave a comment

Angkatan Sastra Indonesia

  • Pujangga Lama

Salah satu halaman Hikayat Abdullah

Pujangga lama merupakan bentuk pengklasifikasian karya sastra di Indonesia yang dihasilkan sebelum abad ke-20. Pada masa ini karya satra di dominasi oleh syair, pantun, gurindam dan hikayat. Di Nusantara, budaya Melayu klasik dengan pengaruh Islam yang kuat meliputi sebagian besar negara pantai Sumatera dan Semenanjung Malaya. Di Sumatera bagian utara muncul karya-karya penting berbahasa Melayu, terutama karya-karya keagamaan. Hamzah Fansuri adalah yang pertama di antara penulis-penulis utama angkatan Pujangga Lama. Dari istana Kesultanan Aceh pada abad XVII muncul karya-karya klasik selanjutnya, yang paling terkemuka adalah karya-karya Syamsuddin Pasai dan Abdurrauf Singkil, serta Nuruddin ar-Raniri.

  • Sastra Melayu Lama

Karya sastra di Indonesia yang dihasilkan antara tahun 1870 – 1942, yang berkembang dilingkungan masyarakat Sumatera seperti “Langkat, Tapanuli, Minangkabau dan daerah Sumatera lainnya”, orang Tionghoa dan masyarakat Indo-Eropa. Karya sastra pertama yang terbit sekitar tahun 1870 masih dalam bentuk syair, hikayat dan terjemahan novel barat. Continue reading

Posted in Sastra Indonesia | Leave a comment

Sastra Indonesia

Sastra Indonesia, adalah sebuah istilah yang melingkupi berbagai macam karya sastra di Asia Tenggara. Istilah “Indonesia” sendiri mempunyai arti yang saling melengkapi terutama dalam cakupan geografi dan sejarah poltik di wilayah tersebut.

Sastra Indonesia sendiri dapat merujuk pada sastra yang dibuat di wilayah Kepulauan Indonesia. Sering juga secara luas dirujuk kepada sastra yang bahasa akarnya berdasarkan Bahasa Melayu (dimana bahasa Indonesia adalah satu turunannya). Dengan pengertian kedua maka sastra ini dapat juga diartikan sebagai sastra yang dibuat di wilayah Melayu (selain Indonesia, terdapat juga beberapa negara berbahasa Melayu seperti Malaysia dan Brunei), demikian pula bangsa Melayu yang tinggal di Singapura.

Sastra Indonesia terbagi menjadi 2 bagian besar, yaitu:

  • lisan
  • tulisan

Secara urutan waktu maka sastra Indonesia terbagi atas beberapa angkatan:

  • Angkatan Pujangga Lama
  • Angkatan Sastra Melayu Lama
  • Angkatan Balai Pustaka
  • Angkatan Pujangga Baru
  • Angkatan 1945
  • Angkatan 1950 – 1960-an
  • Angkatan 1966 – 1970-an
  • Angkatan 1980 – 1990-an
  • Angkatan Reformasi
  • Angkatan 2000-an
Posted in Sastra Indonesia | Leave a comment